Selasa, 26 Agustus 2014

GELAR APARATUR KABUPATEN BANJARNEGARA MEMAKAI PAKAIAN ADAT BANJARNEGARA


foto : gelar aparatur pemerintah kab. banjarnegara

Gegap gempita hari jadi Kabupaten Banjarnegara ke 183 menjadi terasa berbeda, manakala melihat para Aparatur Pemerintahnya berbaris gagah dengan mengenakan pakaian adat Kabuapaten Banjarnegara. Dengan memakai jas landung berwarna hitam kancing renteng kerah berdiri, jarit blaburan motif garuda latar putih, sandal kulit wana hitam untuk pria dan kebaya polos model kuthu baru kancing tengah dengan warna kemben yang serasi dengan kebaya, peniti renteng tiga, jarit blaburan bermotif garudalatar putih, sanggul model gelung/kerudung dan selop kulit warna hitam dengan hak setinggi 5 cm untuk wanita tidak menjadi penghalang berjalan berbaris dengan rapi.
Ketentuan menggunakan pakaian adat harian ini telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Banjarnegara nomor 061/1059 tahun 2013 dan diperkuat denganSurat Edaran Bupati Banjarnegara nomor 065/608/2014. Pakaian adat tersebut digunakan sebagai pakaian kerja yang dipakai setiap hari kamis minggu terakhir setiap bulannya. Akan tetapi terdapat dispensasi bagi PNS yang pada minggu terakhir tersebut sedang dalam Dinas Luar (menghadiri undangan ke luar kota), juga bagi PNS yang bertugas sebagai penarik retribusi, Satpol PP dan Dinhubkominfo, baginya tetap menggunakan pakaian PDH (Pakaian Dinas Harian) sesuai ketentuan dengan pertimbangan untuk kelancaran tugas.
foto : gelar aparatur pemerintah kab. banjarnegara
Tujuan dari penggunaan pakaian adat harian adalah untuk melestarikan budaya Banjarnegara, menggugah kembali tradisi baju adat Banjarnegara yang telah hilang. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat bagi semua pihak untuk melestarikan budaya Banjarnegara dengan dimulai dari mengenal dan memakai busana adatnya. Meng-uri-uri kekayaan budaya agar tidak hilang dan melestarikannya terus sepanjang jaman. Pejabat dan PNS adalah contoh bagi masyarakat, dengan memakai pakaian adat harian ini maka harapannya masyarakat melihat sehingga dapat meneladani dan turut melestarikan kebudayaan Banjarnegara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar